JKT48 The Idol Group You Hate to Love

Hampir 6 bulan belakangan saya mulai terjerumus ke dalam dunia “gelap”, yang untungnya bukan dunia penyalahgunaan zat kimiawi atau dunia seks komersil, dunia idol group. Saya  kesengsem sebuah grup musik isinya remaja-remaja putri belia yang kebanyakan di bawah usia legal 18 tahun, JKT48. Ya ampun. I know right?

Sebenarnya kesukaan ini adalah karma. Awalnya, reaksi saya melihat JKT48 sama seperti reaksi kebanyakan orang, “Itu girls band apaan sih anggotanya banyak gitu?”,”Roknya gak kurang pendek?” Sampai dimarahin sama Ines, terus diceritain cerita tentang mereka.

Singkat kata singkat cerita, gue (seperti orang awam pada umumnya yang cuma tau secuil nada dari lagu iklan Pocari mereka Heavy Rotation) penasaran kenapa fans JKT48 ini kok militan dan galak banget? Mulailah buka website official mereka. Terbengong melihat 25 anggota mereka (waktu itu baru ada Generasi 1) … ini kok mukanya sama semua.

Hah? Umurnya masih kecil-kecil (pantes Ines dan Helda marah waktu saya guyonan tentang rok mereka). Mukanya biasa-biasa ah… gak cakep-cakep amat, emang ada sih satu dua yang cantik.

JKT48

Fitur website official paling berguna adalah link ke Youtube Channel JKT48, kebetulan waktu itu pertama lihat video live performance mereka di Hai Day. Oh… lagu-lagu mereka selain Heavy Rotation ternyata catchy juga. Kemudian lanjut nonton video member profile mereka yang ada dua puluh sekian orang. Wah… mereka pernah perform di Tokyo Dome? Wah… kok itu mereka nangis-nangis dimarahin waktu latihan di teater? Waduh… yang ada membernya yang orang Jepang asli, lucu banget dikerjain teman-temannya disuruh bilang “Kumaha damang?” dengan logat Jepang waktu tampil di Unpad Jatinangor.

Oh semacam JKT48 ini disebut idol group. Group vokal yang tumbuh dan berkembang bersama fansnya. Terus baca tentang definsi dan cerita tentang “idol group” oleh Pipu di sini banyak tanya-tanya sama Ines tentang konsep mereka.

Member idol group adalah remaja biasa, sebagian besar gak bisa nyanyi, gak bisa nge-dance. Kalau perform masih berantakan.

Idol group ini semacam tim sepak bola dengan pemain-pemain muda tidak terkenal dan belum jago. Mereka dibimbing untuk mewujudkan “mimpi” mereka (ini beneran, jadi waktu audisi mereka ditanyain tentang cita-cita/mimpinya). Grup ini dikonsepkan untuk dekat dengan fans. Mereka punya pertunjukan teater beberapa kali seminggu ada sesi high touch/tos atau handshake setiap selesai teater.

Fans JKT48 jadi merasa dekat, memiliki, dan turut bertanggung jawab atas perkembangan mereka agar menjadi grup yang lebih baik. Banyak yang membuat review tentang performa member setiap habis pertunjukan. Memberi dukungan dengan setia di tengah cemoohan dan pandangan merendahkan dari orang-orang yang bukan penggemarnya.

Sampai akhirnya suatu saat di bulan Februari (setelah didorong oleh Ines tentunya) saya mencoba apply untuk tiket teater, ya ternyata ada cara unik untuk mendapat tiket teater mereka. Cara apply tiket teater JKT48 nanti saya tuliskan di post lain ya.

Jadi proses nonton video youtube JKT48 itu berbuah juga, tanpa disadari saya jadi hafal nama-nama member JKT48 Gen1.

Review singkat pertama kali nonton teater JKT48: Sumpah men gue nyengir dari awal sampai akhir.

Singkat kata: GAWAT!

JKT48 bentuk baru opium untuk pikiran. Lebih murah daripada terapi ke psikiater, lebih aman dan sehat ketimbang NAPZA. Bikin level hormon serotonin dan dopamine meningkat, senang terus setelah nonton.

I hate you JKT48 for making me liking such thing as girls band… girls band, idol group. Po-ta-to, po-tah-to.

Post berikutnya tentang kenapa JKT48 ini punya konsep yang awesome dan bisa menarik banyak fans.

2 thoughts on “JKT48 The Idol Group You Hate to Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s